Jumat, 04 Januari 2013

Modul / Buku Kelas Investasi Dan Pasar Modal Syariah


Sekilas Tentang IMES UIN JAKARTA

IMES UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA adalah kependekan dari Ikatan Mahasiswa Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dimana organisasi ini dipelopori oleh DR.Ir.Roikhan Ma,MM kemudian ditindak lanjuti oleh rekan-rekan dari kelas Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan konsentrasi Ekonomi Syariah. Tentu saja pada awalnya organisasi ini merupakan organisasi kelas dari IESP konsentrasi Ekonomi Syariah semester 6 angkatan 2007. Seiring berjalannya waktu kamipun menjadikan IMES sebagai organisasi terbuka untuk umum. IMES berdiri pada tanggal 26 Maret 2010; kegiatan IMES yang pertama kali adalah kunjungan perusahaan ke PT. Valbury Asia Securities pada tanggal 6 April 2010 diikuti oleh 25 anggota IMES.

Buku INVESTASI DAN PASAR MODAL SYARIAH yang diterbitkan oleh IMES PUBLISHING merupakan usaha kami dalam membukukan aspirasi,pemikiran dan wacana yang coba diutarakan anggota IMES sebagai tindak lanjut kegiatan pertama kami; materi dalam buku ini mengkhususkan dalam ruang lingkup Investasi Pasar Modal Syariah di Indonesia. 

Ekonomi Syariah bukan hanya merubah nama dari bahas arab ke bahasa inggris ataupun bahasa Indonesia namun ekonomi syariah haruslah memiliki produk yang benar-benar ASLI dalri sebuah konsep ekonomi dan GENUINE OF SYARIA ECONOMICS IS IBADAH. Dalam setiap kegitan harus dengan semangat ibadah baik kepada manusia, ALLAH SWT ataupun Ibadah kepada lingkunagn masyarakat. Bagaimana kelanjutan GENUINE OF SYARIA ECONOMIS silahkan anda telusuri bab demi bab yang kami persembahkan untuk anda

Tentu saja buku yang kami terbitkan ini masih sangat jauh dari sempurna karena kami sadar sebagai pemula kami harus banyak belajar. Untuk itu saran dan kritik yang membangun untuk kemajuan kami dimasa yang akan dating sangat kami harapkan dari para pembaca.

Semoga yang kami lakukan menjadikan nilai IBADAH disisi Allah SWT dan Bagi anda para pembaca yang budiman semoga buku ini bermanfaat dan menambah wawasan kita bersama.

Sekilas Pasar Modal Syariah

Sejarah Pasar Modal Syariah di Indonesia dimulai dengan diterbitkannya Reksa Dana Syariah oleh PT. Danareksa Investment Management pada 3 Juli 1997. Selanjutnya, Bursa Efek Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta) berkerjasama dengan PT. Danareksa Investment Management meluncurkan Jakarta Islamic Index pada tanggal 3 Juli 2000 yang bertujuan untuk memandu investor yang ingin menginvestasikan dananya secara syariah. Dengan hadirnya indeks tersebut, maka para pemodal telah disediakan saham-saham yang dapat dijadikan sarana berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah.

Pada tanggal 18 April 2001, untuk pertama kali Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengeluarkan fatwa yang berkaitan langsung dengan pasar modal, yaitu Fatwa Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah. Selanjutnya, instrumen investasi syariah di pasar modal terus bertambah dengan kehadiran Obligasi Syariah PT. Indosat Tbk pada awal September 2002. Instrumen ini merupakan Obligasi Syariah pertama dan akad yang digunakan adalah akad mudharabah.

Sejarah Pasar Modal Syariah juga dapat ditelusuri dari perkembangan institusional yang terlibat dalam pengaturan Pasar Modal Syariah tersebut. Perkembangan tersebut dimulai dari MoU antara Bapepam dan DSN-MUI pada tanggal 14 Maret 2003. MoU menunjukkan adanya kesepahaman antara Bapepam dan DSN-MUI untuk mengembangkan pasar modal berbasis syariah di Indonesia.

Dari sisi kelembagaan Bapepam-LK, perkembangan Pasar Modal Syariah ditandai dengan pembentukan Tim Pengembangan Pasar Modal Syariah pada tahun 2003. Selanjutnya, pada tahun 2004 pengembangan Pasar Modal Syariah masuk dalam struktur organisasi Bapepam dan LK, dan dilaksanakan oleh unit setingkat eselon IV yang secara khusus mempunyai tugas dan fungsi mengembangkan pasar modal syariah. Sejalan dengan perkembangan industri yang ada, pada tahun 2006 unit eselon IV yang ada sebelumnya ditingkatkan menjadi unit setingkat eselon III.

Pada tanggal 23 Nopember 2006, Bapepam-LK menerbitkan paket Peraturan Bapepam dan LK terkait Pasar Modal Syariah. Paket peraturan tersebut yaitu Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.A13 tentang Penerbitan Efek Syariah dan Nomor IX.A.14 tentang Akad-akad yang digunakan dalam Penerbitan Efek Syariah di Pasar Modal. Selanjutnya, pada tanggal 31 Agustus 2007 Bapepam-LK menerbitkan Peraturan Bapepam dan LK Nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah dan diikuti dengan peluncuran Daftar Efek Syariah pertama kali oleh Bapepam dan LK pada tanggal 12 September 2007.
Perkembangan Pasar Modal Syariah mencapai tonggak sejarah baru dengan disahkannya UU Nomor 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada tanggal 7 Mei 2008. Undang-undang ini diperlukan sebagai landasan hukum untuk penerbitan surat berharga syariah negara atau sukuk negara. Pada tanggal 26 Agustus 2008 untuk pertama kalinya Pemerintah Indonesia menerbitkan SBSN seri IFR0001 dan IFR0002.

Pada tanggal 30 Juni 2009, Bapepam-LK telah melakukan penyempurnaan terhadap Peraturan Bapepam-LK Nomor IX.A.13 tentang Penerbitan Efek Syariah dan II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah.

Download Modul / Bukunya Di Sini


0 komentar:

Poskan Komentar